FORUM MAJU INDONESIA KU

FORUM MILITER
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 KSAU Beberkan Kronologis Hibah F-16 Dan Wacana Pembelian Gripen

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Modelator MIK
Modelator MIK


Jumlah posting : 90
Join date : 04.05.10
Age : 27

PostSubyek: KSAU Beberkan Kronologis Hibah F-16 Dan Wacana Pembelian Gripen   Fri Feb 11, 2011 6:58 pm

petikan raker Komisi I dengan Menhan dan Jajaran TNI, 27 Januari 2011

KASAU:
Terima kasih Bapak Ketua.
Kami ingin menjelaskan Hibah Pesawat F16. Perlu diketahui bahwa F16 yang ada di Amerika yang akan dihibahkan itu adalah termasuk dalam access depends article atau pesawat yang dikonsfier karena pengurangan kekuatan Amerika karena anggarannya dikurangi kemudian juga karena kedatangan Pesawat F22 dan pesawat ini sebetulnya masih bisa terbang waktu dibawa ke Arizona dan kita lihat jam terbangnya itu masih sekitar 4.000 sampai 5.000 jam terbang atau kalau kita pakai di Indonesia 1 tahunnya 200 jam terbang, masih sekitar 20 sampai 25 tahun kita gunakan.

Kemudian, ini awalnya adalah dari Surat TNI Angkatan Udara pada Tahun 2009. Kemudian, menanyakan mengenai eda dan dijawab pada Tahun 2010 bersamaan dengan kunjungan Saya atas undangan Kasau Amerika. Negara yang sudah memanfaatkan eda ini di Asean adalah Thailand, Thailand mendapatkan 30 Pesawat F16 dan sekarang sudah operasional dan jumlahnya sekarang pesawat adalah 56 F16 punya Thailand. Hibah ini adalah gratis, namun karena pesawat ini adalah Blok 15 dan Blok 25, sama dengan yang kita punya adalah Blok 15, itu perlu diupgrade lagi karena avionic yang kita punya pun sekarang sebetulnya sudah banyak yang absolit sehingga mencari di pasaran kalau rusak sulit, untuk perbaiki juga susah sehingga butuh upgrade. Untuk upgrade ini, 1 pesawat kira-kira sekitar 10 juta dollar termasuk esawat kita. Kalau pesawat baru 60 juta dollar sehingga seperenamnya dan ini termasuk pesawat yang kalau kita lihat dari operasionalnya sudah terbukti di Timur Tengah dan Saya kira disini banyak Penerbang F16 seperti Sekjen sendiri, kemudian Aspes Kasau dari, keunggulannya sudah teruji, kemudian maintenancenya juga lebih gampang dibandingkan dengan Sukoi dan sangat lebih murah dan kita hitung perhitungan dengan jam terbang, kemudian kita sudah biasa merawat punya F16 kita, maka anggaran yang 6 pesawat itu kalau kita belikan atau kita ambil yang 24 ini, sangat lebih menguntungkan kalau kita ambil 24 karena kalau kita beli 6 pesawat Blok 52 karena Blok kita pun tidak sudah produksi, maka ada 2 tipe pesawat yang berlainan jenis dan itu sangat berlainan sekali. Sedangkan kalau kita upgrade menjadi Blok 32, itu yang versi Usaf itu kemampuannya hampir atau lebih dari Blok 52. Jadi, lebih canggih kemampuan wedar, avionic-nya, dan persenjataan dan lain sebagainya.

Kemudian, tadi sudah disampaikan oleh Panglima bahwa Program F16 ini berbeda dengan atau bukan mengambil anggaran sukoi. Kemarin kalau kita lihat kenapa kita perlu pesawat ini adalah, tadi disampaikan seperti Huan Unas, ini karena tidak, bukannya tidak punya pesawat tetapi memang kesiapan pesawat kita yang ada itu sangat minim sehingga kalau Huan Unas minta pesawat, sebetulnya sudah ada BKO pesawat kita, apakah itu Hock F16 maupun F5 atau Sukoi, tetapi karena kesiapannya sedikit sehingga untuk seluruh wilayah nusantara ini memang kesulitan, sebetulnya bukan masalah Kodal dan lain sebagainya, namun karena memang kesiapan kita sekarang ini di bawah 30 pesawat untuk Pesawat Tempurnya per harinya dan ini sangat jauh. Perhitungan kami adalah untuk minimum essential force itu adalah 180 Pesawat Tempur, Fighter bukan Pesawat Rush tetapi Fighternya atau sekitar 12 Skuadron Pak. Ini MF kita sampai 2024.

Kalau kita lihat seperti di Negara Tetangga Singapura, dia punya seperti F16 ada 3 Skuadron kemudian F5 3 Skuadron kemudian F15 rencananya adalah 24 sehingga kekuatannya sangat besar. Belum lagi kalau lihat Australi, mereka kenapa tidak bergetar dengan kita karena mereka sekarang seperti F18 punya 80. Kemudian, yang super hon-nya juga dia akan menggantikan F111 3 skuadron, sekitar 50 kemudian akan beli F35 sekitar 60 buah. Kemudian kalau kita lihat pengalaman Perang Trikora, kenapa kita bisa menggentarkan lawan karena kekuatan udara dan laut kuat Pak. Kemudian kita lihat lagi pada saat Tim-tim kenapa Australi kelihatan arogan karena memang kita harus mengakui bahwa kekuatan udara sama laut kita sangat lemah. Itu mengenai Pesawat F16.

F-PKS (M. SYAHFAN BADRI SAMPURNO):
Maaf Pak Kasau, Saya interupsi sebentar, pendalaman. Jadi, tadi ada pertanyaan Saya Pak ÔÇťapakah pengadaan ini mengganggu MEF kita atau tidak termasuk dalam hal penganggaran? Karena kan tadi 10 juta retrivied and per unit, 24 berarti 240 juta US Dollar, ini mengganggu MEF kita atau tidak?
Terima kasih.

KASAU:
Jadi, karena kita rencana 6 F16 itu setelah kita cek bahwa itu melebihi sulit karena tipenya berlainan Pak. Namun dengan 24 ini kita free. Kalau tidak diupgrade, kita sudah bidang operasikan sebetulnya tetapi kurang maintenance-nya nanti agak susah, karena sekarang avioningnya agak susah kita dapatnya sehingga kita perlu upgrade. Yang kita hitung dengan adanya 24 ini, anggaran F16 yang 6 pesawat itu bisa upgrade yang kita punya juga, kemudian sisanya bisa untuk beli misalnya persenjataannya. Dan kalau kita bandingkan Pak Nadi,
katakanlah 1 Sukhoi bisa dapat 6 F16. Kalau kita pertempuran begitu 1 Sukhoi lawan 6 F16 ya akan secara poldam mesti menang F16 Pak, 1 lawan 6. Jadi, kita masih menguntungkan Pak.

WAKIL KETUA (T.B. HASANUDDIN):
Pimpinan,
Barangkali tambahan saja.
Bahwa kita butuh pesawat untuk menjaga kapabilitas dari para pilot kita, Saya kira kita sangat setuju. Jumlah itu harus ditambah, Saya kira harus setuju. Bahwa tadi butuh sekian skuadron, sekian puluh kita setujulah asal uang itu ada. Cuman Saya mendapatkan banyak informasi termasuk juga dari Mantan-mantan Perwira Angkatan Udara bahwa Pesawat itu sebetulnya nanti akan diperbaiki atau retrofit dari pesawat-pesawat diantara lain itu dari negara tetangga kita dimana negara tetangga kita sebetulnya akan menaikan pesawatnya menjadi lebih tinggi dari F16. Itu artinya barangkali secara psikologis, kita akan mendapatkan kesulitan kalau masalah kebanggaan/masalah marwah kita ini Negara tetangga mampu meningkatkan pesawatnya dengan baik, sementara kita membeli bekasnya atau mendapatkan hibah bekasnya. Ini barangkali hanya menjadi bahan pemikiran saja, kemudian menjadi bahan kajian untuk kita semua. Mungkin ya beginilah memang nasib orang miskin tetapi Saya pikir tidak miskin-miskin amat. Kita harus bersyukur kepada Pemerintah karena sejak Tahun 2005 itu, Tahun 2005 itu anggaran kita kan cuman 20,5 sekian trilyun. Sekarang sudah hampir di atas 50 Trilyun, ditambah lagi nanti akan ada APBNP 9 Trilyun, malah sudah hampir mencapai 60 sehingga menurut hemat kami ini harus menjadi bahan pertimbangan. Kalau perlu kita jangan menerima hibah, kita beli dengan dada tegap, dengan berwibawa membeli yang baru. Ya Saya sarankan kepada Pak Menteri, kita diskusikan dengan DPR.
Saya kira itu.
Terima kasih Pak.

MENTERI PERTAHANAN RI:
Interupsi Pak.
Sekali-kali Menteri boleh interupsi, tolong Pak yang 9 Trilyun itu dikeluarkan dulu itu

F-PAN (Ir. H. TEGUH JUWARNO, M.Si):
Pimpinan,
Yang penting, ketok palu komitmennya sudah Pak Menteri.
Saya izin dulu menambahi Pak.
Saya sangat mengapresiasi penjelasan Pak Kasau yang komprehensif. Tadi kan bagus-bagus semua Pak. Pasti tentu ada, maksud Saya ada weaknesses-nya juga kan Pak? Nah mohon Bapak secara terbuka juga kemukakan kepada kita termasuk apakah betul ini fully grand atau ya itu tadi, Saya tanya waktu itu sama Pak Menteri juga tidak dijawab. Ada apa ini? Kok baik betul itu? Hari begini, wong dia lagi susah. Apakah betul begitu dia mau, jangan-jangan ini barang sudah dibuang sama kayak kita begitu, kadang-kadang mau membuang yang sudah tidak pantas, dikasihinnya dengan alasan untuk sumbang layak pakai begitu kan? Saya kira itu tidak patutlah.
Terima kasih Pak Kasau.

KASAU:
Terima kasih.
Tadi Saya sudah sampaikan bahwa awalnya adalah dari surat kita Pak, request untuk kemungkinan kita mendapatkan eda tadi Pak. Jadi, access depends articles. Kemudian, ini dijawab. Kemudian, pas Saya ke Amerika ketemu Kasaunya, ada green light untuk itu, kemudian kita lanjuti dengan pertemuan-pertemuan. Meskipun demikian Pak, ini sebetulnya belum final karena Amerika sendiri masih menanyakan Indonesia perlunya apa, kok kita beli, ambil yang banyak dan kemarin Mantan Panglimanya Asia Pasifik datang ke Jakarta ketemu Saya juga menyampaikan bahwa ada negara lain juga yang karena tahu kita mau minta, mereka juga minta barang yang sama.

Nah ini masih belum dan kami sudah menyampaikan pesan untuk kalau bisa kita, karena itu Pentagon yang menentukan Kasaunya untuk kita butuh pesawat itu, karena memang negara kita kalau menurut Saya disamping kita sudah MEF, namun kita perlu percepatan untuk segera bisa punya pesawat lagi yang banyak.

F-PAN (Ir. H. TEGUH JUWARNO, M.Si):
Ini Pak terakhir.
Pimpinan,
Maaf.
Kalau sekiranya katakan kita bersepakat untuk menerima ini Pak, untuk retro vid-nya kan kita belum mengalokasikan anggaran itu karena memang, darimana Pak?

KASAU:
Sudah Pak.
Jadi, ada 6 pesawat. Ya 6 Pesawat F16, kita rencanakan ada lokasi untuk beli 6 pesawat yang baru Pak, tetapi problemnya adalah pesawat baru ini sekarang Blok 52 seperti yang punya Singapura. Itu lain dengan yang kita punya. Jadi, semuanya lain sehingga nanti akan kesulitan maintenancenya, akan kita hitung, kita lebih bagus pakai pesawat yang sudah pakai ini, tetapi jam terbangnya banyak karena nanti ada fake star, itu bisa sampai 9.200 jam terbang. Jadi, bloknya yang menjadi Blok 32. Jadi, masih sekian. Dinaikan Pak. Ya karena hanya 6 biji kan Pak, tetapi kita solid Pak, nanti karena, sisa Pak. Jadi, kalau 1 10 dengan kita punya kan 10 jadi 34, itu masih 340. Jadi, masih sisa.

Kemudian, Program yang Pesawat Baru. Kita tepat. Jadi, kita F5 akan kita ganti, mungkin ini nanti dengan Gripen atau dengan F5 yang Blok baru masih belum karena anggarannya juga belum ada Pak. Kemudian, Sukhoi pun yang 6 kan sekarang belum ada alokasi pastinya darimana kita Pak. Jadi, kita kepengennya juga pesawat baru tetap tetapi ini adalah suatu percepatan yang kami anggap sangat perlu untuk kita.

F-PAN (Ir. H. TEGUH JUWARNO, M.Si):
Pak,
Sedikit lagi.
F16 yang sekarang kita punya, apakah akan diupgrade bloknya?

KASAU:
Ya Pak, betul Pak.

F-PAN (Ir. H. TEGUH JUWARNO, M.Si):
Oh artinya yang sekarang juga dinaikan, termasuk dengan yang hibah itu?

KASAU:
Jadi, nanti sama Pak 32 semuanya.

F-PG (AMMED ZAKI ISKANDAR ZULKARNAIN, B.Bus):
Satu lagi mungkin Pimpinan.
Pak,
Biaya Pemeliharaannya sudah dihitung Pak untuk yang retro vid, terus kemudian F16 yang kita punya, itu biaya pemeliharaannya 5 tahun ke depan atau 10 tahun ke depan, sudah pernah dihitung belum Pak.

KASAU:
Begini Pak.
Jadi, untuk Program Agri-nya sudah Pak. Kemudian, untuk operasional cost itu, untuk F16 itu, 1 jam terbang hanya sekitar 70 jutaan Pak, tetapi kalau kita bandingkan Sukhoi 1 jam terbang, 500 juta. Jadi, jauh sekali ininya Pak dan perawatan lebih rumit sebetulnya untuk Sukoi sehingga kita sudah biasa dengan F16, jadi tidak ada masalah.
Terima kasih.

F-PG (AMMED ZAKI ISKANDAR ZULKARNAIN, B.Bus):
Jadi, perkiraan Bapak retrofit yang 24 ini sangat efisien sekali dan juga mempercepat pengadaan pesawat-pesawat tempur kita. Kira-kira begitu Pak.

KASAU:
Betul Pak.
Jadi, hitungan kita adalah kalau 24, kita 1 tahun bisa masuk 8 pesawat karena dia mampunya untuk retrofit 1 tahun ada 8 Pak. Sedangkan nanti pesawat kita yang ada di Indonesia tidak dibawa ke Amerika, namun akan dikerjakan di kita sambil transfer of technology-nya.

asik ada wacana untuk menganti f-5 dengan gripen
====
http://www.dpr.go.id/
====
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://maju-indonesia-ku.forumotions.net
 
KSAU Beberkan Kronologis Hibah F-16 Dan Wacana Pembelian Gripen
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Migrant Care Beberkan Kasus Perkosaan TKW
» Melirik Reksadana

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM MAJU INDONESIA KU :: FORUM MAJU INDONESIA KU :: Maju Indonesia ku-
Navigasi: